Sabtu, 13 Desember 2014

Untukmu Sahabat

Saat ini kita introspeksi diri kita masing-masing sobat,
Aku takut, memang aku yang salah dalam hal ini

Aku yang terlalu jauh mengurusi urusanmu
Aku yang terlalu jauh masuk dalam kehidupanmu
Atau aku  yang tidak tahu diri berani mengatur kehidupanmu.

Semua ini membuatku berfikir,
Ada yang pernah berkata, bahwa manusia hanya akan mendengarkan ucapan ataupun nasihat seseorang yang dia segani
Mungkin dalam hal ini, aku tidak cukup berarti untuk sekedar kamu hargai
Sehingga sebatas pendengar, ya hanya itu peranku disini

Sobat, apa kamu tahu?
Aku takut kehilanganmu!!
Aku takut jika suatu saat ada orang lain yang dapat menggantikan posisiku disini,
Ya, sebagai sahabat yang ada untukmu
Tetapi saat ini aku berfikir kembali,
Untuk apa aku menjadi sahabat sejatimu, jika hanya untuk mengubah kamu menjadi sedikit lebih baik saja, aku tidak mampu?

Sobat, jangan sungkan untuk mengusirku dari kehidupanmu
Jangan malu, untuk bilang kamu sudah tidak membutuhkan aku
Dan jangan takut, aku tersinggung dengan setiap kejujuranmu
Kamu sahabatku, apa dan bagaimanapun kamu. Ya kamu tetap sahabatku

Jujur, sekarang menjadi hal yang tabu jika aku mengaku sebagai sahabatmu
Seorang sabahat seharusnya selalu ada saat senang ataupun sedih
Seorang sahabat seharunya bisa memberi contoh yang baik untuk sahabatnya
Dan bahkan menjadi suatu keharusan untuk membantunya menjadi lebih baik

Sekarang bagaimana denganku??
Aku bukan seseorang yang selalu mencontohkan hal baik kepadamu
Aku bukan orang yang selalu menepati janjiku
Aku juga bukan orang yang selalu berusaha menjadi lebih baik,
Dan aku pikir, memang tidak seharusnya aku menuntutmu berubah.
Itu hidupmu, itu hakmu, itu pilihanmu.

Sobat, bukan karena janji yang kamu ingkari
Juga bukan karena kesalahan yang terulang kembali

Tetapi lebih kepada malu, karena aku belum bermanfaat untukmu

Sabtu, 23 Agustus 2014

Hanya Ingin Kalian Sedikit Mengerti. Sedikit!!

mungkin aku memang salah,
aku egois,
selalu memikirkan keinginan dan kebutuhanku,
ya, selama ini aku menganggap kalian ada hanya untuk aku
untuk memenuhi semua kebutuhanku
sampai disini, aku mengakui. aku salah

tetapi sekarang?
aku tidak menolak jika harus mengalah
aku diam saat kalian mulai mengurusi urusanku (hal yang paling ku benci)
berusaha menuruti setiap hal yang kalian inginkan
melakukan semua yang kalian perintahkan sekalipun itu bukan kewajibanku
satu hal, ini aku lakukan bukan untuk apa dan siapa,
ini aku lakukan untuk tetap menjaga hubungan kita,
aku melakukan ini untuk kita, ya Kita. layaknya saudara kandung pada umumnya

kalian memintaku untuk memliki lebih banyak waktu dirumah?
menyuruhku untuk lebih mendahulukan kalian daripada kewajibanku?
atau kalian ingin aku dirumah, dari ku buka mata hingga menutupnya kembali?
tidak sadarkah, kutinggalkan kewajibanku *disana agar lebih banyak waktuku dirumah
aku dengarkan setiap hal yang kalian ucapkan,
aku lakukan setiap hal yang kalian perintahkan,
aku beri setiap hal yang kalian inginkan
sadarkah kalian?

sebagai seorang anak,
sebagai seorang adik
sebagai seseorang yang memiliki posisi dalam keluarga,
aku sadar akan kewajibanku!
tetapi apa kalian tahu setiap kulaksanakan kewajibanku?
weh! selalu adakah kalian disini?? ya disini, dirunah kita ini.

maaf, aku juga memiliki kewajiban *disana
kalian pun tahu bahkan mungkin mengerti bahwa aku adalah seorang pelajar,
ya, seorang pelajar yang juga memiliki kewajiban

maaf, aku tidak pernah mencampuri urusan kalian
aku tidak pernah melarang kalian mau apa dan bagaimana
aku pun tidak pernah memohon pada kalian untuk memberi sedikit waktu untukku
TIDAK PERNAH!!
jadi aku mohon biarkan aku dan kewajibanku
biarkan aku hidup dengan hidupku
izinkan aku bertanggungjawab dengan pilihanku, Saudaraku!!


ingatlah, karang pun hancur diterjang ombak!

Minggu, 17 Agustus 2014

Dimana Kalian, Sahabat ku??

Sampai kemarin kadang aku masih bertanya - tanya,
apa itu persahabatan sejati?
Bukan karena aku tak tahu artinya, tapi karena aku menyangsikan keberadaannya.
Sering aku bertanya - tanya, di mana kalian sahabat - sahabatku saat aku membutuhkan kalian?
Sering juga yang aku temui justru orang lain, dan bukan keberadaan kalian di saat aku berharap kalian ada.

Sering aku begitu merindukan waktu di mana kita bisa bersama - sama seperti dulu.
Saat kita bisa berbicara dari hati ke hati, saat kita membela dan menguatkan setiap orang dari kita yang sedang dihadapi pada masalah, saat segalanya terasa begitu mudah selama kita bersama. Sungguh, aku merindukan saat – saat itu.

Tapi aku juga mengerti apabila suatu hari nanti, semua itu hanya akan menjadi kenangan kita. Aku pun mengerti apabila nantinya kita berkumpul hanya karena kenangan masa lalu,
Namun jauh di dalam lubuk hatiku, aku berharap kita berkumpul bukan hanya sekedar untuk mengenang. Aku berharap, 'kita' bukan sekedar kenangan.